artikel investasi

Pelaku bisnis Tiongkok agresif masuk ke berbagai sektor industri di Indonesia. Setelah berinvestasi pada pengelolaan hasil tambang di Kalimantan, kini investor asal Tiongkok masuk ke penanganan sampah, industri pengolahan kayu, dan semen.

China Everbright Intemational Limited (CEIL) menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jika penjajakan berhasil, perusahaan asal Tiongkok ini akan berinvestasi untuk pertama kali di Indonesia senilai Rp 2 triliun. Deputy General Manager International Business Departement CEIL Toni Xu mengatakan, pihaknya berencana membangun pabrik pengolahan sampah dengan sistem operasional modern. Mereka akan menggunakan teknologi terapan yang bisa meng-atasi masalah penumpukan sampah di Sidoarjo.

“Teknologinya dengan cara di-balcar. Warga tak perlu khawatir karena rarnah lingkungan. Gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah diubah menjadi kata Toni, Selasa (4/10) malam, di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. Toni datang ke Sidoarjo bersama dengan tim untuk menyurvei lokasi.

Kedatangan ini merupakan tindak lanjut dari kun-jungan mmbongan Bupati Sido-arjo Saiful Ilah ke Tiongkok untuk melihat pengelolaan sampah di negara tersebut. CEIL memiliki pengalaman mengelola sampah nunah tangga. Saat ini pihalowa memiliki 28 pabrik pengolahan sampah yang tersebar di sejumlah provinsi di Tionglcok.

Setiap pabrik minimal butuh lahan seluas 8 hektar. Toni dan tinuwa menanyakan tentang aturan investasi di Indonesia karena perusahaannya baru pertama kali masuk. Ia berharap rencana investasi ini terwujud dan bisa dikem-bangkan ke daerah lain di Nu-santara setelah berhasil di Sidoarjo.

Apalagi potensi pasar pe-ngelolaan sampah di Indonesia dinilai cukup besar. Saiful Ilah mengatalcan, po-tensi produksi sampah di wi-layahnya mencapai 1.000 ton per hari. Sampah itu dihasilkan dari 2 juta jiwa penduduk yang ber-mulcim di 18 kecamatan di Sidoarja Selama ini sampah tidak diolah, tetapi ditumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) sehing-ga semakin lama tumpukan itu semakin Kepala Bagian Kerja Sama Pemkab Sidoarjo Ari Suryono mengatakan, kedua pihak sudah melakukan penandatanganan ke-sepakatan kerja sama (join sta-temeno di Shenzhen, Tiongkok, September lalu.

Adapun pola kerja sama yang akan diterapkan belum ditentukan apakah CEIL akan berinvestasi murni sebagai penanaman modal asing (PMA) atau menggunakan sistem bangun, guna, dan serah. Industri semen dan kayu Kepala Bagian Pengendalian dan Data Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) Provinsi Ka-limantan Barat Catur B Sulistyo, Rabu, mengatakan, Tiongkok terus memperbesar investasinya di Indonesia.

Pada 2012, pelaku bisnis asal Tiongkok telah membangun smelter bauksit senilai Rp 12,6 triliun. Tahun ini akan ada per-usahaan Tiongkok yang akan berinvestasi di industri kayu dan pabrik semen Rp 2,9 triliun. Rinciannya, investasi di indus-tri kayu dilakukan oleh PT Zhongxianfeng New Energy Technology Rp 1,6 triliun. Investor ini sudah mengurus izin prinsip pada Mei 2016. Saat ini sedang menunggu proses operasional. Pabrik kayu dibangun di areal 48,5 hektar di Kabupaten Ketapang, sekitar 300 kilometer dari Pontianalt “Luas tersebut sudah termasuk lahan untuk penanaman kayu dan pusat peng-olahan kayu menjadi produk akhir,” kata Catur.
Investasinya meliputi pengusahaan hutan jati, mahoni, al-basia, akasia, dan industri peng-gergajian kayu lapis. Selain itu, pengolahan kayu menjadi delapan jenis produk alchir dengan total produksi 134.000 meter ku-bik per tahun. Contoh produk alchirnya, an-tara lain kayu lapis dengan produksi 25.000 meter kubik per tahun, reng 20.000 meter kubik per tahun, dan papan 25.000 meter kubik per tahun. Sementara itu, investasi se-men di Kabupaten Ketapang mencapai Rp 1,3 triliun. Izin prinsipnya sudah diurus sejak 2014 dan sekarang sudah dalam persiapan operasional. “Luas izin untuk pabrik semen 20 hektar. Produksinya jika su-dah beroperasi diperkirakan 2 juta ton per tahun,” katanya.

Dengan masuknya dua inves-tasi itu, diharapkan bisa menye-rap tenaga kerja dari warga se-Idtar 320 orang. BPMPTSP memperkirakanjumlah yang ter-serap akan lebih besar lagi jika pabrik beroperasi.

Sumber: Kompas