Pengembangan ekonomi Kabupaten Sampang diarahkan pada pengembangan minapolitan, agropolitan dan wisata. Secara umum, Kabupaten Sampang berkembang dengan baik pada sektor Industri Garam, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan dan Pariwisata dengan kegiatan ekonomi utama seperti tambak dan industri garam, perkebunan tembakau, peternakan sapi, perikanan tangkap dan wisata pantai.

No  Kawasan Potensial  Tipologi  Komoditas Unggulan
1. Kawasan VII :
Kecamatan Ketapang, Banyuates, Tambelangan
Klaster Agropolitan Cabe jamu, jagung,tebu, semangka,mete,bentul wijen,sapi potong dan wisata (hutan kera nepa, air terjun toroan,mangrove)
2. Kawasan X :
Kecamatan Camplong, Sampang, Sreseh,Penagrengan
Klaster Minapolitan, Garam dan Wisata Garam,wisata alam
3.  Kawasan IX:
Kecamatan Robatal,Kedungdung
 Klaster Agropolitan Bentol,Ubi Kayu,Kedelai,Kelapa,Temulawak,Asam Jawa,Pisang Pengolahan Kripik
4.  Kawasan VIII:
Kecamatan Sokobanah,Ketapang
 Klaster Agropolitan Jambu Mete,Cabe Jamu,Asam Jawa,Pengemas Kacang Mete dan Cabe Jamu
5.  Kawasan XI:
Pulau Mandangin
 Klaster Minapolitan Perikanan Tangkap Industri Pembuatan Perahu

Kawasan VII melingkupi 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Banyuates, Kecamatan, Tambelangan dan Kecamatan Ketapang yang terletak di pesisir utara Sampang. Kawasan ini diarahkan pengembangannya sebagai klaster agropolitan dengan Kecamatan Banyuates sebagai pusat klaster yang mana pusat pemasaran berada di Desa Banyuates dan Desa Nepa, sedangkan dua kecamatan lainnya sebagai hinterland dari klaster agropolitan ini.

Sektor unggulan klaster ini adalah pertanian, perkebunan, peternakan dan pariwisata. Komoditi unggulan adalah cabe jamu, jagung, tebu, semangka, jambu mete, bentul, wijen, sapi potong dan wisata hutan kera nepa.

 

Delineasi Pusat Kegiatan (Kecamatan Banyuates) Klaster VII Kabupaten Sampang

delineasi-pusat

 

Tabel. Jenis Program dan Kegiatan Pengembangan Klaster VII

Program Kegiatan

Pengembangan Kawasan

Pengadaan lahan untuk sentra agro input, pembibitan pertanian, penyediaan pupuk organic, dan pembibitan perikanan darat

Pengembangan Sarana Penunjang

Pengembangan gudang penyimpanan sementara, pusat pengolahan hasil pertanian (home industry) dan took/swalayan/kios pertanian, Penyediaan sarana informasi (informasi pengolahan lahan, budidaya, pengolahan hasil dan Pemasaran)

Pengembangan Prasarana Kawasan

Pengembangan dan peningkatan jalan lokal primer, jalan arteri, jalan kolektor, dan jalan poros desa, Pengembangan Sub Terminal dan Terminal Agribisnis, Pengembangan Pelabuhan Tradisional Nepa, Pengembangan Jaringan pipa air minum PDAM, Pembangunan embung, Operasional Waduk Nipah, Pengadaan jalur listrik transmisi 150 KV, Pengembangan PJU Jalan, Pengembangan Prasarana dan sarana pengelolaan persampahan, Pengembangan saluran drainase, sarana irigasi dan penyediaan air bersih.

Pengembangan SDM

Pembentukan kelompok tani pelatihan kepada petani dalam hal pembibitan, pengolahan lahan, budidaya, Peningkatan kualitas teknologi penanaman dan perawatan komoditi Semangka, melon, tomat, jambu mete, rumput gajah, cabe jamu, Pelatihan pengolahan hasil, standarisasi kualitas produk olahan hasil pertanian, dan penjualan.

Kawasan VIII terdiri dari Kecamatan Sokobanah dan Ketapang yang diarahkan pengembangannya sebagai klaster agropolitan dengan komoditas unggulan Jambu Mete, Cabe Jamu dan Asam Jawa. Jambu mente merupakan komoditas terbesar ke-2 di Jawa Timur setelah Kabupaten Sumenep, untuk itu industri pengolahan mete dan cabe jamu yang masih berskala lokal perlu ditingkatkan dan didorong perkembangannya.

Delineasi Pusat Kegiatan (Kec. Ketapang) Klaster VIII Kabupaten Sampang

klaster-viii_maps

Tabel.Jenis Program dan Kegiatan Pengembangan Klaster VIII

Program Kegiatan

Pengembangan Kawasan

Sosialisasi pengembangan Kawasan Agropolitan Klaster VIII

Pengembangan Sarana Penunjang

Peningkatan kualitas dan pengembangan kaw. permukiman perdesaan, Pengembangan/revitalisasi pasar lokal, Revitalisasi pasar komoditas potensial, Pengembangan gudang penyimpanan hasil produksi (storage), Penyediaan sarana transportasi penunjang pertanian

Pengembangan Prasarana Kawasan

Pengembangan jaringan jalan usaha tani, Pengembangan jalan baru, Perbaikan dan pemeliharaan jaringan Pengembangan jalan desa, Pengembangan jaringan perpipaan air bersih, Pengembangan sumur artesis & HIPPAM, Prasarana Kawasan Pemeliharaan dan penambahan jaringan listrik, Pengembangan Jaringan Telekomunikasi, Drainase, Irigasi,dan sistem sanitasi perdesaan

Pengembangan SDM

Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) kompetensi pertanian, perkebunan & peternakan, Pemberian bantuan modal usaha masyarakat petani & peternak, Pengembangan kemitraan antara kelompok tani & lembaga keuangan, Pemberian bantuan usaha bagi unit mikro, kecil dan menengah, Pemberian bantuan peralatan dan mesin pengolahan pasca panen, Pengembangan KUD, Pengembangan dan penguatan kelompok usaha tani, Pelatihan dan pengembangan kapasitas budidaya pertanian & peternakan komoditas potensial, Pelatihan dan pengembangan kapasitas pengolahan pasca panen, Pemeberian bantuan bibit varietas unggul komoditas potensial

Kawasan IX yang terdiri Kecamatan Robatal dan Kecamatan Kedungdung diarahkan pengembangannya sebagai klaster agropolitan. Kawasan ini mempunyai banyak komoditas unggulan, seperti bentol, ubi kayu, kedelai, kelapa, temulawak, asam jawa dan pisang yang tersebar pada dua kecamatan tersebut. Selain itu, pada klaster ini juga terdapat industry kecil yang cukup berkembang yaitu industry pengolahan makanan hasil pertanian/perkebunan, seperti keripik.

Tabel. Jenis Program dan Kegiatan Pengembangan Klaster IX

Program Kegiatan

Pengembangan Kawasan

Sosialisasi pengembangan Kawasan Agropolitan Klaster IX

Pengembangan Sarana Penunjang

Peningkatan kualitas dan pengembangan kaw. permukiman perdesaan, Pengembangan/revitalisasi pasar lokal, Revitalisasi pasar komoditas potensial, Pembangunan gudang penyimpanan hasil produksi (storage), Penyediaan sarana transportasi penunjang pertanian

Pengembangan Prasarana Kawasan

Pengembangan jaringan jalan usaha tani, Pembangunan jalan baru, Perbaikan dan pemeliharaan Pengembangan Prasarana jaringan jalan desa, Pengembangan jaringan perpipaan air bersih, Pengembangan sumur artesis & Kawasan HIPPAM, Pemeliharaan dan penambahan jaringan listrik, Pengembangan Jaringan Telekomunikasi, Drainase, Irigasi, dan sistem sanitasi perdesaan

Pengembangan SDM

Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) kompetensi pertanian, perkebunan & peternakan, Pemberian bantuan modal usaha masyarakat petani & peternak, Pengembangan kemitraan antara kelompok tani & lembaga keuangan, Pemberian bantuan usaha bagi unit mikro, kecil dan menengah, Pemberian bantuan peralatan dan mesin pengolahan pasca panen, Pengembangan KUD, Pengembangan dan penguatan kelompok usaha tani, Pelatihan dan pengembangan kapasitas budidaya pertanian & peternakan komoditas potensial, Pelatihan dan pengembangan kapasitas pengolahan pasca panen, Pemeberian bantuan bibit varietas unggul komoditas potensial

Kawasan X terdiri dari Kecamatan Camplong, Sampang, Sreseh, Penagrengan yang diarahkan pengembangannya sebagai klaster minapolitan dan wisata. Komoditas unggulan yang dikembangkan di Klaster ini adalah komoditas garam pada Kecamatan Sreseh dan Pangarengan. Sebagian besar mata pencaharian penduduk pada kedua kecamatan ini adalah buruh tani tambak (garam). Pengembangan garam di klaster ini perlu ditingkatkan kualitas garamnya agar dapat bersaing dengan daerah lain. Selain itu, pada Kecamatan Camplong dan Sampang diaragkan pengembangannya untuk wisata (alam, budaya).

Tabel. Jenis Program dan Kegiatan Pengembangan Klaster X

Program

Kegiatan

Pengembangan Kawasan

Sosialisasi pengembangan Kawasan Agropolitan dan Minapolitan Klaster X

Pengembangan Sarana Penunjang

Peningkatan kualitas dan pengembangan kaw. permukiman perdesaan, Pengembangan/revitalisasi pasar lokal, Revitalisasi pasar komoditas potensial, Pengembangan gudang penyimpanan hasil produksi (storage), Penyediaan sarana transportasi penunjang pertanian

Pengembangan Prasarana Kawasan

Pengembangan jaringan jalan usaha tani, Pembangunan jalan baru, Perbaikan dan pemeliharaan Pengembangan Prasarana jaringan jalan desa, Pengembangan jaringan perpipaan air bersih, Pengembangan sumur artesis & Kawasan HIPPAM, Pemeliharaan dan penambahan jaringan listrik, Pengembangan Jaringan Telekomunikasi, Drainase, Irigasi, dan sistem sanitasi perdesaan

Pengembangan SDM

Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) kompetensi pertanian, perkebunan & peternakan, Pemberian bantuan modal usaha masyarakat petani & peternak, Pengembangan kemitraan antara kelompok tani & lembaga keuangan, Pemberian bantuan usaha bagi unit mikro, kecil dan menengah, Pemberian bantuan peralatan dan mesin pengolahan pasca panen, Pengembangan KUD, Pengembangan dan penguatan kelompok usaha tani, Pelatihan dan pengembangan kapasitas budidaya pertanian & peternakan komoditas potensial, Pelatihan dan pengembangan kapasitas pengolahan pasca panen, Pemeberian bantuan bibit varietas unggul komoditas potensial

Sebagian besar penduduk di Pulau Mandangin bermata pencaharian sebagai nelayan, untuk itu sektor unggulan yang diharapkan berkembang di masa datang adalah pengolahan ikan dan pembuatan perahu untuk menangkap ikan.

 

Tabel. Jenis Program dan Kegiatan Pengembangan Klaster XI

Program

Kegiatan

Pengembangan Kawasan

Sosialisasi pengembangan Kawasan Agropolitan dan Minapolitan Klaster XI

Pengembangan Sarana Penunjang

Peningkatan kualitas dan pengembangan kaw. permukiman perdesaan, Pengembangan/revitalisasi pasar lokal, Revitalisasi pasar komoditas potensial, Pengembangan gudang penyimpanan hasil produksi (storage), Penyediaan sarana transportasi penunjang pertanian

Pengembangan Prasarana Kawasan

Pengembangan jaringan jalan usaha tani, Pembangunan jalan baru, Perbaikan dan pemeliharaan Pengembangan Prasarana jaringan jalan desa, Pengembangan jaringan perpipaan air bersih, Pengembangan sumur artesis & Kawasan HIPPAM, Pemeliharaan dan penambahan jaringan listrik, Pengembangan Jaringan Telekomunikasi, Drainase, Irigasi, dan sistem sanitasi perdesaan

Pengembangan SDM

Pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK) kompetensi pertanian, perkebunan & peternakan, Pemberian bantuan modal usaha masyarakat petani & peternak, Pengembangan kemitraan antara kelompok tani & lembaga keuangan, Pemberian bantuan usaha bagi unit mikro, kecil dan menengah, Pemberian bantuan peralatan dan mesin pengolahan pasca panen, Pengembangan KUD, Pengembangan dan penguatan kelompok usaha tani, Pelatihan dan pengembangan kapasitas budidaya pertanian & peternakan komoditas potensial, Pelatihan dan pengembangan kapasitas pengolahan pasca panen, Pemeberian bantuan bibit varietas unggul komoditas potensial

Investasi di BPWS

Hubungi kami di:

phone-copy

(031) 515 030110

investasi@bpws.go.id

Investasi Sekarang